Selasa, 20 Januari 2015

PIDATO PERPISAHAN DARI KAKAK KE ADIK KELAS



PIDATO SELAMAT TINGGAL (PERPISAHAN) KAKAK DAN ADIK KELAS.

Saudar – saudara,
Rekan – rekan pelajar yang kami cintai.

            Assalamu’alaikum wr. wb.

            Rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah memberikan taufik dan hidayah – Nya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat bertatap muka di tempat ini tanpa suatu halangan.

            Sungguh kami merasa bergembira dan terharu demi saat ini kita dapat berhadap – hadapan muka, berkumpul sesama dengan saudara. Namun esok hari kita sudah berpisah dangan rekan rekan semua. Sebetulnya kami tidak ingin berpisah dengan rekan – rekan, sebab kami menganggap rekan – rekan bagaikan adik kandung kami sendiri, juga sebaliknya.

            Jadi kami betul – betul merasa terharu atas perpisahan ini, seperti terharunya perpisahan antara kakak dan adik. Hanyalah tetesan air mata yang dapat kami lakukan saat perpisahan ini bukan berarti perpisahan untuk selama – lamanya, mungkin pada suatu saatkita akan bertemu kembali. Dimana ada pertemuan juga ada perpisahan, dimana ada perpisahan juga ada pertemuan.

            Saudara – saudara yang kami hormati.

            Mungkin semua itu kehendak Tuhan, kami tidak bisa berbuat apa – apa, kami hanya bisa berusaha dan berserah diri. Semoga dalam perpisahan ini ada manfaatnya bagi kita semua.

            Rekan – rekan yang terhormat.

            Uraian kami, kami cukupkan sekian, bila ada ucapan – ucapan yang kurang baik kami mohon maaf, dan kami akhiri dengan ucapan “Selamat berpisah, sampai jumpa di lain kesempatan”. Semoga Tuhan selalu menyaertai kita. Amiin.

            Wassalamu’alaikum wr. wb.

pidato kepala sekolah saat perpisahan.



PIDATO KEPALA SEKOLAH KEPADA ANAK DIDIK YANG AKAN MENINGGALKAN SEKOLAH DAN YANG AKAN DI TINGGALKAN

Para siswa – siswi yang saya cintai.

Sebelumnya terimalah salam dari Bapak Gurumu ini : “Semoga kalian mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan”.

            Assalamu’alaikum wr. wb.

            Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan, karena kalian semua lulus dalam menempuh ujian terakhir dengan nilai yang memuaskan, berkat usaha kalian berhubungan dengan Tuhan dengan jalan berdo’a dan berusaha belajar dengan tekun dan sabar.

            Sebentar lagi kalian akan meninggalakan tempat sekolah ini, yang juga berarti meninggalkan bapak – bapak dan ibu – ibu guru kalian.

            Anak- anakku yang budiman.

            Dunia menjadi ladang beramal saleh, gudang ilmu, maka wajiblah bagi kamu untuk menggunakan kesempatan sebelum datangnya kesempitan. Kesempatan bagi kalian adalah belajar. Sekali lagi belajar, karena belajar itu wajib bagi kalian semua, tanpa belajar kalian tidak bisa membaca menulis, dan lain – lainnya. Untuk itu ingatlah hadits Nabi saw. yang artinya :
a.     Carilah ilmu itu sampai ke Negeri Cina.
b.     Carilah ilmu itu mulai dari kandungan sampai ke liang lahat (liang kubur).
c.      Bagi tiap sesuatu itu ada jalannya, adapun jalan ke surga ialah ilmu.

            Begitulah pentingnya mencari ilmu, sampai di negeri orang lainpun kita masih diwajibkan untuk mencari ilmu.

            Kebahagian adalah sesuatu yang idam – idamkan oleh setiap orang dan menjadi tujuan utama dalam kehidupan ini. Surga adalah tujuan terakhir dari setiap orang yang beriman dan menjadi idaman kita semua, sebab surga adalah kenikmatan abadi di sisi Allah SWT.

                        Untuk dapat mencapai kebahagiaan surga itu diperlukan sarana – sarananya, antara lain : beriman dan beramal saleh serta menjahui larangan – larangan-Nya. Oleh karena itu maka mutlak diperlukan ilmu – ilmu itu untuk dapat mengetahui segala sesuatu yang mengantarkan kepada apa yang kita tuju, yaitu surga. Jadi ilmu itu menjadi sarana kebahagiaan.

            Para siswa – siswi yang saya cintai.

            Ilmu yang kalian terima itu masih sedikit sekali. Untuk itu lanjutkan sekolah kalian ke jenjang yang lebih tinggi, agar menjadi orang – orang yang berilmu. Sebagaimana firman Allah yang artinya :
“Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat – kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat – kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”
Dengan dalil itu anak – anak bisa meraba bukan ? Bahwa ilmu yang kalian terima masih sedikit sekali.

            Dalam kesempatan ini, bapak hanya berdo’a semoga kalian semua bisa melanjutkan sekolah sampai tingkat yang lebih atas, hingga akan dapat menjadi manusia – manusia Pancasila yang cerdas, cakap, trampil, dan berbudi luhur, untuk disumbangkan bagi kepentingan bangsa dan bernegara, terutama dalam bidang pembangunan nasional.

            Pesan bapak yang terakhir agar kalian selalu :
a.     Ta’at kepada Tuhan.
b.     Ta’at kepada kedua orang tua,
c.      Ta’at kepada bapak dan ibu guru.

            Bila Bapak – bapak Guru dan Ibu – ibu Guru dalam membimbing kalian selama ini terdapat kesalahan, maka maafkanlah.

            Sekian pesan Bapak.

            Selamat berpisah, sampai ketemu lagi

            Wassalamu’alaikum wr. wb.

Sambutan Wali Murid (saat perpisahan)



Sambutan Wali Murid

Yth. Terhormat Kepala Sekolah,
Yang saya hormati Seluruh Dewan Guru,
Serta Saudara – saudara Wali Murid Yang saya hormati.

          Assalamu’alaikum wr. wb.

          Dengan memanjatkan puja syukur ke hadirat Tuhan YME, bahwa pada detik ini kita bisa betatap muka, kenal mengenal, antara Wali Murid dan Dewan Guru, dan baru kali inilah kita mendapat undangan pertemuan antara Wali Murid dan Dewan Guru.
 
          Kami sangat berterima kasih kepada Bapak – bapak dan Ibu – ibu Guru yang mau mendidik anak – anak kami di sekolah dengan memberikan bermacam – macam pengetahuan, baik pengetahuan umum maupun pengetahuan agama, sehinga anak – anak kami bisa membaca, menulis, dan mengerti bermacam – macam pengetahuan.

          Bapak – bapak serta ibu – ibu yang kami hormati.

          Tadi sudah diuraikan oleh bapak kepala sekolah mengenai cara – cara memberikan atau menanamkn rasa keagamaan pada anak. memang betul orang tualah pendidik pertama dan paling utama, jadi pendidikan orang rua itu tidak terbatas. Kalau guru mendidik murid/anak – anak kita itu terbatas hanya waktu sekolah saja, diluar sekolah sudah menjadi tanggung jawab orang tua. Untuk itu kami selaku wali murid menghimbau / mengajak agar kita betul – betul mengawasi kepada anak kita masing – masing dan memberikan contoh – contoh yang baik terutama di bidang Agama, sebab di bidang agama itu menjadi fondamen / dasar anak kita.

          Bapak – bapak dan Ibu – ibu yang berbahagia.

          Disini kami hanya bisa berdo’a semoga amal Bapak – bapak dan Ibu – ibu Guru diterima oleh Allah SWT. dan dicatat sebagai amal yang tidak putus – putus pahalanya.

          Demikian sambutan saya selaku wali murid, kami akhiri sekian, bila ada kata – kata yang kurang sopan, kami mohon maaf.

          Akhirul kalam.

          Wassalamu’alaikum wr. wb.

Pidato Kepala Sekolah Kepada Wali Murid (peranan orang tua dalam menanamkan rasa keagamaan pada anak)



Pidato Kepala Sekolah Kepada Wali Murid

Peranan Orang Tua dalam Menanamkan Rasa Keagamaan pada Anak

Yth. Bapak dan Ibu Wali Murid.

          Assalamu’alaikum wr. wb.

          Segala puji bagi Allah seru sekalian alam, yang memberikan nikmat kepada kita sekalian sehingga Bapak – bapak dan Ibu – ibu bisa menghadiri undangan kami dalam rangka pertemuan antara Wali Murid dan Dewan Guru, agar saling kenal mengenal.

          Tak lupa saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak dan Ibu untuk menghadiri undangan kami.

          Disini akan kami sampaikan mengenai cara – cara orang tua dalam menanamkan rasa keagamaan terhadap putra – putrinya.

          Bapak – bapak dan Ibu – ibu yang berbahagia.

          Pembinaan keluarga adalah dasar pembinaan masyarakat, pembinaan kesejahteraan masyarakat harus dimulai dari pembinaan kesejahteraan keluarga. Oleh sebab itu Agama Islam memandang rumah tangga bukan hanya urusan pribadi atau perorangan, tetapi juga merupakan urusan masyarakat bahkan negara.

          Rasa kasih sayang antara suami – istri sulit diterangkan, maka lebih sulit lagi dijelaskan rasa kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Betapa besar cinta ibu kepada anaknya. Sebagaimana pepatah mangatakan : KASIH IBU SEPANJANG MASA. Kendatipun anak itu banyak merepotkan dari pada memberi manfaat. Mau tidak mau, hal ini sudah menjadi kewajiban didalam mengasuhnya. Kasih syang yang bersifat naluriyah dari orang tua terhadap anaknya sangat dianjurkan oleh Islam, bahkan wajib hukumnya bagi orang tua, terutama ayah memberi nafkah dan ibu mendidik serta mengasuh dalam arti yang sangat luas disamping banyak kesibukan diluar rumah.

          Bapak – bapak serta Ibu – ibu yang kami hormati.

          Disini lah pentingnya peranan orang tua terhadap putra – putrinya dan tidak cukup hanya dengan memenuhibidang materi saja, tetapi juga kita didik anak itu kepada pelajaran yang bernafaskan Islam. Hal ini agar menjadi fondamen bagi dirinya, sehingga ia akan menjadi anak yang shaleh/shalehah, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, sebagaimana yang orang tua harapkan. Dengan didikan yang ia terima dari orang tuanya maka dengan sendirinya ia akan mempunyai sifat yang terpuji, misalnya : jujur, cermat, amanat, dan lain lain. Pendek kata segala tindakannya sesuai dengan akhlak yang dibawa oleh junjungan Nabi Besar kita Muhammad saw. yang selalu memancarkan hal – hal yang bersifat sanjungan dan pujian.

          Bapak – bapak, Ibu – ibu yang terhormat.

          Didalam sebuah keluarga orang tua dapat mengelola kepada putra putrinya baik fisik maupun mental. Misalnya orang tua harus memberikan situasi keagamaan didalam menjalankan syari’at agam, seperti : shalat, puasa, tidak makan makanan yang haram, lebih baik shalat berjamaah, makan bersama, disinipun bisa dipergunakan oleh keluarga bertukar pikiran antara ayah, ibu dan anak. Mendidik tingkah laku yang baik serta meletakan dasar dasar sosialisasi, dan mengajarkan anak memikirkan orang orang selain dirinya sendiri (tidak egoistis).

          Contoh diatas merupakan pendidikan yang bersifat informil yang diberikan orang tua kepada anak – anaknya yang akan memberi bekas pada jiwanya. Sebab orang tualah cermin dan contoh bagi anaknya.

          Bapak – bapak serta Ibu – ibu yang kami hormati.

          Begitulah uraian yang bisa kami sajikan pada hari ini, dan jika ada kata kata sya yang kurang berkenan di hati bapak – bapak atau ibu – ibu sekalian saya mohon maaf yang sebesar besarnya, dan tak lupa saya mungucapkan beribu ribu terimakasih kepada bapak – bapak dan ibu – ibu sekalian, atas perhatiannya dalam acara ini.

          Wassalamu’alaikum wr. wb.