Selasa, 20 Januari 2015

Pidato Kepala Sekolah Kepada Wali Murid (peranan orang tua dalam menanamkan rasa keagamaan pada anak)



Pidato Kepala Sekolah Kepada Wali Murid

Peranan Orang Tua dalam Menanamkan Rasa Keagamaan pada Anak

Yth. Bapak dan Ibu Wali Murid.

          Assalamu’alaikum wr. wb.

          Segala puji bagi Allah seru sekalian alam, yang memberikan nikmat kepada kita sekalian sehingga Bapak – bapak dan Ibu – ibu bisa menghadiri undangan kami dalam rangka pertemuan antara Wali Murid dan Dewan Guru, agar saling kenal mengenal.

          Tak lupa saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak dan Ibu untuk menghadiri undangan kami.

          Disini akan kami sampaikan mengenai cara – cara orang tua dalam menanamkan rasa keagamaan terhadap putra – putrinya.

          Bapak – bapak dan Ibu – ibu yang berbahagia.

          Pembinaan keluarga adalah dasar pembinaan masyarakat, pembinaan kesejahteraan masyarakat harus dimulai dari pembinaan kesejahteraan keluarga. Oleh sebab itu Agama Islam memandang rumah tangga bukan hanya urusan pribadi atau perorangan, tetapi juga merupakan urusan masyarakat bahkan negara.

          Rasa kasih sayang antara suami – istri sulit diterangkan, maka lebih sulit lagi dijelaskan rasa kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Betapa besar cinta ibu kepada anaknya. Sebagaimana pepatah mangatakan : KASIH IBU SEPANJANG MASA. Kendatipun anak itu banyak merepotkan dari pada memberi manfaat. Mau tidak mau, hal ini sudah menjadi kewajiban didalam mengasuhnya. Kasih syang yang bersifat naluriyah dari orang tua terhadap anaknya sangat dianjurkan oleh Islam, bahkan wajib hukumnya bagi orang tua, terutama ayah memberi nafkah dan ibu mendidik serta mengasuh dalam arti yang sangat luas disamping banyak kesibukan diluar rumah.

          Bapak – bapak serta Ibu – ibu yang kami hormati.

          Disini lah pentingnya peranan orang tua terhadap putra – putrinya dan tidak cukup hanya dengan memenuhibidang materi saja, tetapi juga kita didik anak itu kepada pelajaran yang bernafaskan Islam. Hal ini agar menjadi fondamen bagi dirinya, sehingga ia akan menjadi anak yang shaleh/shalehah, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, sebagaimana yang orang tua harapkan. Dengan didikan yang ia terima dari orang tuanya maka dengan sendirinya ia akan mempunyai sifat yang terpuji, misalnya : jujur, cermat, amanat, dan lain lain. Pendek kata segala tindakannya sesuai dengan akhlak yang dibawa oleh junjungan Nabi Besar kita Muhammad saw. yang selalu memancarkan hal – hal yang bersifat sanjungan dan pujian.

          Bapak – bapak, Ibu – ibu yang terhormat.

          Didalam sebuah keluarga orang tua dapat mengelola kepada putra putrinya baik fisik maupun mental. Misalnya orang tua harus memberikan situasi keagamaan didalam menjalankan syari’at agam, seperti : shalat, puasa, tidak makan makanan yang haram, lebih baik shalat berjamaah, makan bersama, disinipun bisa dipergunakan oleh keluarga bertukar pikiran antara ayah, ibu dan anak. Mendidik tingkah laku yang baik serta meletakan dasar dasar sosialisasi, dan mengajarkan anak memikirkan orang orang selain dirinya sendiri (tidak egoistis).

          Contoh diatas merupakan pendidikan yang bersifat informil yang diberikan orang tua kepada anak – anaknya yang akan memberi bekas pada jiwanya. Sebab orang tualah cermin dan contoh bagi anaknya.

          Bapak – bapak serta Ibu – ibu yang kami hormati.

          Begitulah uraian yang bisa kami sajikan pada hari ini, dan jika ada kata kata sya yang kurang berkenan di hati bapak – bapak atau ibu – ibu sekalian saya mohon maaf yang sebesar besarnya, dan tak lupa saya mungucapkan beribu ribu terimakasih kepada bapak – bapak dan ibu – ibu sekalian, atas perhatiannya dalam acara ini.

          Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar